Suka Batik, Cinta Indonesia PDF Print E-mail
Written by susanna sunarno   
Friday, 20 June 2008

“Liat baju batik yuk!” Kalimat ini menjadi kalimat yang popular diucapkan dalam beberapa bulan terakhir ini. Ya, karena batik sedang menjadi tren.

Dahulu orang membeli batik untuk dipakai menghadiri acara resmi seperti pernikahan atau diwajibkan oleh kantornya. Sekarang tidak lagi. Semua orang mencari batik karena suka dan ingin memilikinya. Entah itu kain, pakaian yang akan dipakai harian atau baju khusus untuk acara spesial. Yah, siapa yang tidak mau beli batik kalau bentuk dan coraknya kini lebih bervariasi. Setiap orang bisa secara bebas mengekspresikan diri dengan memakai jenis batik apa yang ia ingin pakai, tidak harus sesuai dengan suku asal daerahnya.

ImageImage

ImageTak hanya industri garmen yang membanjiri pasaran. Para desainer juga memanfaatkan tren ini dengan membuat desain khusus bagi batik, seperti koleksi Denny Wirawan ini.

Semua batik menjadi incaran para shoppers di Jakarta. Batik pesisir yang tadinya tidak terlalu dikenal masyarakat kini dilirik dan mulai diminati. Harga batik-batik juga langsung terdongkrak. Seperti batik Madura ini, harganya mulai seratusan hingga jutaan rupiah. Seorang pengunjung beretnis bukan Madura sibuk mempromosikan kain batik yang ia beli dan cara mengenakannya pada kawannya. Dan ketika API website menanyakan alasan mengapa ia begitu menyukai batik Madura, ia menjawab karena ‘lucu sih’ (artinya unik dan menarik).

‘Amba’ (dalam bahasa Jawa yang berarti menulis) dan ‘Titik’ adalah dua kata yang membentuk batik. Sebuah nama untuk kain dengan corak tulis dan titik yang dihasilkan oleh bahan malam atau wax yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Batik juga adalah sebuah karya seni yang sangat bersejarah karena sudah dibuat pada jaman Kerajaan Majapahit di abad ke-18. Nah, kini anda bisa turut bangga menikmati warisan leluhur kita dan tetap bergaya dengan mengenakan pakaian batik.
 
Kekayaan motif batik nusantara dapat dilihat pada galaman Gallery, atau klik di sini  
Last Updated ( Friday, 20 June 2008 )
 
< Prev   Next >