|
Sekretariat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Jakarta menjadi tuan rumah bagi pertemuan para anggota The ASEAN Federation of Textile Industries (AFTEX). Pertemuan tersebut berlangsung 2 hari, 17 – 18 Juni 2008, akan membahas mengenai strategi, rencana dan pameran yang berlangsung di antara Negara-negara ASEAN. Diharapkan hasil pertemuan bisa makin meningkatkan dukungan bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di masing-masing negara.
Bertindak sebagai pemimpin dalam rapat Sekjen (Secretary General) adalah AFTEX Vietnam. Pertemuan ini dihadiri oleh Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos dan tentu saja Indonesia. Kedatangan tamu-tamu dari mancanegara, dimanfaatkan oleh API untuk membuat ‘show room’ kecil untuk memamerkan produk-produk tekstil Indonesia berikut company profilenya.  AFTEX sendiri telah berdiri sejak tahun 1978. Anggotanya yang mulanya hanya mewakili 5 negara, kini bertambah menjadi 7 asosiasi teksil nasional masing-masing negara, yaitu: Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)*, Malaysian Textile Manufacturers Association (MTMA), Confederations of Garments, Exporters of The Philippines Inc. (CONGEP), Textile & Garment Manufacturers' Association of Singapore (TGMAS) & National Federation of Thai Textile Industries (NFTTI), Garment Maufacturers Association in Camboja (GMAC), dan asosiasi industri tekstil dari negara Laos. Tujuan utama pendirian AFTEX adalah: 1. Untuk membangun kerjasama dan koordinasi diantara industri tekstil yang tergabung dalam keanggotaan ASEAN, sesuai dengan tujuan ASEAN Chambers of Commerce and Industry (ASEAN-CCI). 2. Mempercepat laju pertumbuhan industri tekstil di dalam negeri melalui pendekatan bersama, latihan dan aksi. 3. Untuk menumbuhkan hubungan baik dan kerjasama di antara dan di dalam komunitas usaha tekstil di negara-negara anggotanya. 4. Untuk menjaga hubungan baik dan kerjasama di dalam organisasi berbasis regional maupun internasional dengan tujuan yang sama. 5. Untuk membantu mengidentifikasi peluang atau proyek industri. 6. Memformulasikan rekomendasi pada insentif, tarif, dan bentuk proteksi lainnya bagi proyek dan komoditas. 7. Berafiliasi dengan Kamar Dagang dan Industri ASEAN/ the ASEAN Chambers of Commerce and Industry. 8. Untuk melayani, sebagai bagian dari tubuh ASEAN yang berasal dari sektor swasta, untuk mengimplementasikan dan menangani masalah kerjasama negara-negara ASEAN yang terkait dengan industri tekstil. *(Pada mula dibentuknya AFTEX, perwakilan dari Indonesia adalah Federasi Industri Tekstil Indonesia (FITI). Namun sejak tahun 2000 berubah menjadi Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).) |